Breaking News
21:10
Advertisement

Jangan Diam Saja! GMNI Mamasa Desak Polres Segera Usut Dugaan Pencemaran Lingkungan Proyek Jalan Mamasa–Tabang

Inbound2232889086265803337
Bagikan
Lihat Tersimpan

Tempur.id.| Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat – Suara keprihatinan terus bergema menyusul laporan dugaan pembuangan material galian ke sungai pada proyek Jalan Mamasa–Tabang. Kini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Mamasa turun menegaskan: Polres Mamasa tidak boleh diam saja. Laporan harus ditindaklanjuti secara serius dan transparan!

Pembangunan Tidak Boleh Merusak Alam

Dalam pernyataan resminya, DPC GMNI Mamasa menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur mutlak diperlukan, namun tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat luas.

“Kami mendesak Polres Mamasa agar tidak membiarkan laporan ini berlarut-larut tanpa kejelasan. Dugaan pencemaran lingkungan harus ditindaklanjuti secara serius, transparan, dan berdasarkan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ketua DPC GMNI Mamasa.

GMNI Mamasa meminta aparat penegak hukum menelusuri fakta di lapangan secara objektif mulai dari keberadaan material galian di sungai, siapa yang bertanggung jawab, hingga memastikan apakah terjadi pelanggaran terhadap UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Tidak Cukup Terima Laporan, Harus Ada Langkah Nyata

Poin yang ditekankan GMNI Mamasa: laporan tidak boleh hanya “parkir” di meja penerimaan. Harus ada tindak lanjut berupa penyelidikan sesuai kewenangan hukum yang berlaku.

“Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara profesional agar terdapat kepastian hukum dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kawal Sampai Tuntas Siap Turun ke Jalan Jika Diabaikan

GMNI Mamasa menyatakan akan terus memantau setiap perkembangan penanganan laporan ini. Jika tidak ada kemajuan yang jelas, langkah tegas disiapkan:

“Jika hal ini tidak ditindaklanjuti maka kami akan melakukan aksi besar-besaran di Polres Mamasa,” tegas pernyataan tersebut.

Langkah ini menegaskan bahwa pemuda Mamasa tidak akan tinggal diam melihat lingkungan mereka terancam. Alam adalah warisan bersama bukan korban pembangunan yang sembarangan.

“Pejuang Pemikir Pemikir Pejuang”
DPC GMNI Mamasa

Redaksi
Sumber: DPC GMNI Mamasa
Dipublikasikan: 23 September 2026

Penulis

admin@tempur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *