Tempur.id | Toraja Utara — Asap belum sepenuhnya hilang dari hamparan tanah Baruppu’. Di atas tanah yang hangus dan di sela puing-puing yang masih menyisakan jejak kebakaran, bukan hanya janji yang datang, melainkan pemimpin daerah yang hadir secara langsung.
Rabu (4/11/2026), Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bersama Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, memimpin langsung peninjauan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Baruppu’. Sebuah kehadiran yang bagi warga setempat terasa lebih dari sekadar kunjungan kerja itu adalah bukti bahwa penderitaan mereka dilihat dan didengar.
Api Telah Padam, Namun Luka Warga Belum Sembuh
Kobaran api yang melanda Baruppu’ tidak hanya menghanguskan semak belukar. Lebih dari itu, kebakaran tersebut merambah hingga ke area pemakaman adat yang sakral sekaligus memusnahkan lahan garapan warga sumber kehidupan yang selama ini dijaga dengan keringat dan harapan. Di tengah kekhawatiran akan nasib lahan mereka, kehadiran pemimpin daerah di lokasi kejadian menjadi penawar sekaligus penguat harapan.
Kunjungan ini juga dihadiri anggota DPRD, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, personel Polres, pemerintah kecamatan, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Bukan di ruang rapat ber-AC, melainkan di tempat di mana masalah terjadi di tengah warga yang paling terdampak.
Bupati Frederik: Baruppu’ Tetap Jadi Prioritas, Tanpa Beda Warna Politik
Di hadapan warga yang menatap dengan penuh harap, Bupati Frederik menyampaikan pesan yang tegas dan menenangkan:
“Baruppu’ tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Tidak ada pembeda wilayah mana pun, siapa pun warganya, tanpa memandang latar belakang politik. Seluruh wilayah adalah tanggung jawab pemerintah yang harus dilayani secara adil.”
Pernyataan ini menjadi penegas sekaligus jawab atas kekhawatiran yang kerap muncul di masyarakat: bahwa pembangunan dan penanganan bencana tidak boleh memandang asal-usul atau pilihan politik siapa pun. Semua warga Toraja Utara berhak diperlakukan sama.
Sinergi Pemimpin: Bukti Bahasa Pemerintah Adalah Hadir dan Bekerja
Kehadiran Bupati didampingi langsung oleh Kapolres menegaskan satu hal penting: penanganan bencana bukan urusan satu pihak saja. Pemkab, kepolisian, tokoh adat, dan warga harus berdiri bahu-membahu — mulai dari penanggulangan kebakaran, pemulihan lahan, hingga pencegahan di masa mendatang agar tragedi serupa tidak terulang.
Warga Baruppu’ tak meminta keajaiban. Mereka hanya ingin dipastikan bahwa pemerintah hadir di saat mereka terluka. Dan hari ini, di atas tanah yang baru saja hangus, mereka melihat: pemerintah benar-benar hadir — bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran nyata di tengah mereka.
(Madika)





Tinggalkan Balasan