Breaking News
09:04
Advertisement

“Perang Total di Bumi Rafflesia!”  Kapolda Bengkulu Pimpin Langsung Gerebek Sarang Narkoba di Rejang Lebong

IMG 20261017 082705
Bagikan
Lihat Tersimpan

Tempur.id.|Bengkulu – Sebuah langkah tegas dan bersejarah dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu pada Jumat siang ini. Gubernur Kepolisian Daerah Bengkulu secara langsung memimpin operasi penggerebekan terhadap dugaan sarang peredaran narkoba yang beroperasi di Desa Kampung Jeruk, Kabupaten Rejang Lebong. Pengerahan kekuatan yang melibatkan personel gabungan dari Polda Bengkulu, Brimob, dan Polres Rejang Lebong ini menjadi bukti nyata sekaligus sinyal kuat bahwa penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkotika di Bumi Rafflesia tidak lagi ditawar-tawar.

Langkah Tegas Memutus Rantai Peredaran yang Mencemaskan

Operasi besar-besaran ini dilatarbelakangi oleh adanya informasi yang berkembang sekaligus keresahan mendalam di kalangan masyarakat setempat terkait aktivitas peredaran narkoba yang diduga telah berlangsung cukup lama di wilayah tersebut. Kehadiran Kapolda Bengkulu di lokasi penindakan bukan sekadar memimpin dari kejauhan, melainkan bentuk komitmen tertinggi institusi kepolisian bahwa persoalan narkoba adalah prioritas utama yang harus diselesaikan secara tuntas dan berkeadilan.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Imam Wijayanto, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran langsung pimpinan tertinggi kepolisian di Bengkulu menegaskan betapa seriusnya penindakan terhadap masalah yang dianggap musuh bersama ini:

“Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan. Pengerahan personel gabungan bersama Brimob dan Polres Rejang Lebong hari ini menunjukkan kesungguhan Polri dalam menindak peredaran narkotika sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami tidak ingin narkoba terus merusak tatanan kehidupan masyarakat, mencederai masa depan anak-anak kita, dan menghancurkan generasi muda di wilayah ini,” tegas Imam di lokasi operasi, Jumat (16/10).

Pengerahan Kekuatan Terukur Demi Keamanan Bersama

Dijelaskan lebih lanjut, pengerahan pasukan dalam jumlah cukup besar dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang dan terukur. Hal ini bukan tanpa alasan: selain untuk menjamin keberhasilan penindakan, juga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terganggu, serta yang paling utama adalah menjamin keselamatan warga sekitar agar tidak ada kerugian maupun korban di tengah masyarakat.

“Kehadiran aparat dalam jumlah memadai ini tujuannya ganda: selain agar penindakan berjalan lancar dan tuntas, juga untuk menjaga ketertiban umum serta memastikan masyarakat tetap merasa aman selama kegiatan berlangsung. Kami tidak ingin warga yang tidak bersalah justru menjadi terdampak dari operasi ini. Semuanya kami perhitungkan dengan matang demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Puluhan Barang Bukti Diamankan: Dari Narkotika Hingga Senjata

Dari lokasi penggerebekan yang berlangsung tertib namun tegas, tim kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup signifikan dan mengindikasikan adanya aktivitas yang terorganisir. Di antaranya:

Paket besar ganja

Alat penghisap sabu

Timbangan digital dan pipet

Beberapa unit telepon seluler

Perangkat kamera pengawas atau CCTV yang diduga sengaja dipasang untuk memantau pergerakan petugas penegak hukum

Peralatan judi jackpot

Buku catatan keuangan dan sejumlah uang tunai

Senjata tajam serta satu pucuk senjata jenis airsoft gun laras pendek dan satu pucuk senapan angin laras panjang yang diduga digunakan untuk menjaga keamanan lokasi maupun mengintimidasi pihak luar

“Seluruh barang bukti yang kami amankan ini telah didata secara lengkap dan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan serta pendalaman lebih lanjut guna mengungkap jaringan yang diduga beroperasi di lokasi ini. Setiap temuan akan kami telusuri asal-usulnya hingga ke akar-akarnya,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu.

Seruan Terbuka: Perang Narkoba Adalah Tanggung Jawab Kita Semua

Di akhir keterangannya, Kombes Pol. Imam Wijayanto menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu. Penindakan tegas oleh pihak kepolisian, katanya, tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan, kepercayaan, dan partisipasi aktif dari masyarakat luas:

“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata. Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Jika Anda melihat hal-hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada aparat terdekat. Tujuan kami satu: mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, bebas dari narkoba, dan melindungi masa depan generasi penerus bangsa dari ancaman yang nyata ini,” tutup Imam.

Catatan Redaksi

Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu pada Jumat, 16 Oktober 2026. Asas praduga tak bersalah berlaku sepenuhnya; setiap pihak yang disebut dalam penegakan hukum ini belum dinyatakan bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan penilaian sepihak dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

(Tim Redaksi — 16 Oktober 2026)

Penulis

admin@tempur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *