Tempur.id | Kuta Baharu, Aceh Singkil -Sejarah Baru Tercetak di Konferensi XXIII PGRI Sebuah tonggak bersejarah baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil terukir pada Selasa (20 Oktober 2026). Konferensi XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kuta Baharu berlangsung penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat solidaritas tinggi. Dalam momentum yang dipantau langsung dari Jakarta, Asmidar, S.Pd. kepala sekolah di wilayah terpencil UPTD SPF SD Negeri Lentong secara resmi terpilih menjadi Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu, sekaligus mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi strategis tersebut sejak organisasi ini berdiri.
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Dibalik Sejarah, Lahir Sebuah Ikon Baru
Dari kantornya di Cijantung, Jakarta, melalui sambungan telepon seluler, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi LBH PGRI Kabupaten Aceh Singkil memberikan apresiasi sekaligus pandangan mendalam kepada sejumlah pemimpin redaksi media:
“Terpilihnya Asmidar bukan sekadar pergantian pimpinan. Ini adalah pemecahan kebuntuan sejarah yang selama ini dinanti. Dibalik sejarah ini, kita melihat sosok yang lahir dari pengabdian di daerah terpencil, lalu dipercaya memimpin sesama pendidik. Asmidar akan menjadi ikon baru. Bukan ikon sekadar untuk Kuta Baharu saja, tetapi bagi seluruh Kabupaten Aceh Singkil bukti bahwa perempuan yang bekerja tulus di perbatasan pendidikan pun mampu memimpin.”
Ia menambahkan:
“Kita meyakini, terpilihnya Asmidar adalah bukti betapa kokohnya fondasi PGRI di Kuta Baharu. Organisasi ini telah beranjak dari sekadar wadah berkumpul, menjadi kekuatan yang merangkul semua unsur tanpa sekat latar belakang, jarak, maupun wilayah,” tegasnya.
Sosok yang Mengabdi di Ujung Wilayah
Asmidar, S.Pd., bukan sosok yang asing di kalangan pendidik Kuta Baharu. Sehari-hari ia memimpin UPTD SPF SD Negeri Lentong sebuah sekolah yang berada di wilayah terpencil, jauh dari pusat kecamatan. Pengalaman menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses justru membentuknya menjadi pemimpin yang tangguh, rendah hati, dan paham betul tantangan yang dihadapi guru di lapangan.
Kini, pengalaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan baru untuk:
Memperkuat kebersamaan antar-guru di seluruh wilayah
Memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan profesi
Meningkatkan mutu pendidikan hingga ke sekolah-sekolah terpencil
Membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan pendidik dalam kepemimpinan organisasi
Dukungan Penuh dari Semua Pihak
Konferensi berlangsung khidmat dan dihadiri unsur-unsur penting, antara lain:
Zainal Abidin, S.Pd. Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil
Amelia, S.Pd. Ketua Perempuan PGRI Kabupaten Aceh Singkil
Drs. Rahim Camat Kuta Baharu
Iptu Muhammad Amin Kapolsek Kuta Baharu
Mustolih, S.Pd. Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti sebelumnya
Serta para kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kuta Baharu
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Zainal Abidin, S.Pd., menegaskan bahwa konferensi bukan sekadar seremonial pergantian pimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan melanjutkan perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa. Beliau juga menyampaikan pesan inspiratif dari Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Ibu Hj. Habibahtussania:
“Ilmu yang diajarkan dengan keikhlasan, kesabaran, dan ketulusan, insyaallah menjadi amal ibadah yang bernilai pahala.”
Sementara itu, Camat Kuta Baharu Drs. Rahim secara resmi membuka konferensi dan menegaskan:
“PGRI yang kuat adalah PGRI yang solid, bersatu, dan mampu bergerak bersama untuk kemajuan pendidikan.”
Kapolsek Kuta Baharu Iptu Muhammad Amin juga menyampaikan komitmen sinergi: pihak kepolisian akan terus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Penutup: Langkah Baru, Semangat Baru
Mengakhiri konferensi, Prof. Dr. Sutan Nasomal menyampaikan pesan penutup yang membara:
“Mari kita songsong pendidikan yang hebat, bermartabat, dan membanggakan maju di Kabupaten Aceh Singkil bersama. Bersatu kita bisa, mampu! Anak bangsa harus bercita-cita menjadi pemimpin di negeri tercinta Indonesia. Hidup Guru! Hidup PGRI! Salam Solidaritas!”
(Tim Redaksi Tempur.id — 20 Oktober 2026)





Tinggalkan Balasan