Breaking News
15:47
Advertisement

“Rp1,2 Miliar Dikucurkan, Sekolah Tambal Sulam!”  Kepsek Diajak Konfirmasi: Sedang Monev Kejaksaan, Lalu Minta Media Datang Sendiri

IMG 20261018 131939
Bagikan
Lihat Tersimpan

Tempur.id.| Parepare, Sulawesi Selatan – Anggaran Rp 1,2 Miliar lebih turun untuk revitalisasi SD Negeri 32 Parepare. Hasilnya? Dinding belum rata, atap belum diganti menyeluruh, lantai masih sama, cat belum merata. Warga bertanya makin keras: ke mana saja miliaran rupiah ini habis? Saat media minta penjelasan rinci, Kepala Sekolah Budiman belum menjawab rincian anggaran, melainkan mengundang awak media datang langsung ke sekolah.

Warga: Pekerjaan Sedikit, Anggaran Gede  Ada yang Disembunyikan?

Pemantauan di lapangan menunjukkan kesenjangan yang mencolok antara nilai proyek dengan realitas fisik. Dana Rp 1.210.121.996,- dari APBN 2026 tertera megah di papan bicara. Namun yang terlihat di lapangan: tambal sulam.

“Kami tidak butuh papan nama yang megah. Kami butuh sekolah yang benar-benar diperbaiki. Kalau cuma cat dan tambal tembok, harganya tidak mungkin sampai 1,2 miliar. Ada yang tidak beres di sini,” tegas warga sekitar.

Warga menduga kuat: pekerjaan di lapangan hanya kedok, yang sebenarnya terjadi adalah penggelembungan anggaran. Siapa yang menyusun harga satuan hingga mencapai angka fantastis itu? Di mana dokumennya? Mengapa tidak dipublikasikan?

Saat Media Konfirmasi: Sedang Monev Kejaksaan, Lalu Ajak Datang Langsung

Pada Jumat, 18 Oktober 2026, Pimpinan Redaksi Ayu Lestari Silo mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada Kepala Sekolah Budiman. Respons yang diterima:

“Iya Bu… saya monev dulu dengan tim dari kejaksaan.”  (Pukul 10.36, Jumat 18 Okt 2026)

Hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada rincian anggaran yang disampaikan. Redaksi kembali mengonfirmasi pada Minggu, 20 Oktober 2026 pukul 10.32. Jawaban yang diterima:

“Maaf Ibu… apakah semua sekolah yang dapat bantuan revitalisasi mendapat pertanyaan yang sama seperti di atas? Untuk lebih jelasnya Ibu bisa datang ke sekolah untuk mengecek langsung pembangunan yang sementara berlangsung dan wawancara sesuai pertanyaan di atas.”

Pertanyaan Tajam yang Tidak Boleh Dihindari

Undangan datang langsung diterima. Namun datangnya media ke sekolah tidak menggantikan kewajiban publikasi dokumen anggaran. Masyarakat berhak tahu tanpa harus datang ke lokasi:

Berapa biaya riil untuk cat, tembok, atap, dan lantai yang terlihat saat ini? Tunjukkan hitungannya!

Siapa yang menandatangani dokumen yang membenarkan biaya lebih dari Rp1 miliar untuk pekerjaan yang terlihat minim?

Apakah Monev Kejaksaan menemukan sesuatu yang keliru? Mengapa anggaran tidak dipaparkan secara terbuka saat ditanya warga dan media?

Mengapa pertanyaan soal anggaran dianggap aneh padahal ini uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan?

“Datang ke sekolah boleh. Tapi dokumen anggaran harus terbuka untuk semua orang, termasuk yang tidak sempat ke Parepare. Uang negara bukan milik pribadi sekolah. Setiap rupiah ada pemiliknya: rakyat Indonesia,” tegas Ayu Lestari Silo, Pimpinan Redaksi Tempur.id.

Desakan: Jangan Tunggu Hingga Ada Laporan Resmi

Tempur.id mendesak:

Dokumen anggaran lengkap segera dipajang di papan bicara sekolah, bukan disembunyikan di dalam ruangan tertutup

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat diminta menjelaskan ke publik rincian biaya pekerjaan ini, bukan hanya di meja rapat

Jika Monev Kejaksaan menemukan indikasi kerugian negara, proses hukum berjalan tanpa menunggu proyek selesai

Pelaksana P2SP diminta menjelaskan secara terbuka kepada warga, bukan hanya saat diajak wawancara di kantor kepala sekolah

“Transparansi tidak bisa ditunda dengan alasan ‘sedang dalam proses’. Rakyat sudah menunggu cukup lama. Sekolah anak-anak kita bukan tempat bermain-main dengan uang miliaran rupiah. Jika tidak ada yang disembunyikan, tunjukkan angkanya sekarang.”

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pemantauan lapangan dan percakapan tertulis dengan Bapak Budiman per 20 Oktober 2026. Dugaan penyimpangan belum merupakan putusan hukum. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan akan terus memantau perkembangan termasuk saat kami datang langsung ke sekolah. Masyarakat yang memiliki informasi tambahan, silakan sampaikan kepada redaksi secara rahasia dan aman.

(Tim Redaksi Tempur.id — 20 Oktober 2026)

Penulis

admin@tempur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *