Tempur.id.| Toraja Utara, Sulawesi Selatan –
Puluhan siswa dan staf di SMA Negeri 3 Toraja Utara mengalami gejala kesehatan yang mengkhawatirkan dan harus segera dirujuk ke layanan kesehatan. Sebanyak 70 orang dilarikan ke Puskesmas Rante Pangli pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah mengeluhkan sakit perut dan mual yang serentak muncul. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah.
GEJALA SERENTAK, PULUHAN SISWA DAN STAF DIRUJUK KE PUSKESMAS
Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat. Puluhan siswa serta staf sekolah merasakan sakit perut dan mual tak lama setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis. Sebagian bahkan harus bermalam di Puskesmas Rante Pangli untuk mendapatkan pemantauan dan penanganan medis.
Kepala SMA Negeri 3 Toraja Utara, Lukas Tandi Badong, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media:
“Benar, ada sejumlah siswa dan staf yang mengalami keluhan sakit perut dan mual. Mereka sudah kita bawa ke Puskesmas Rante Pangli untuk ditangani. Sebagian ada yang bermalam di sana untuk pemantauan,” ujar Lukas.
Meski begitu, Lukas belum menarik kesimpulan pasti soal penyebabnya:
“Saat ini kita belum bisa memastikan secara medis apakah ini keracunan atau faktor lain. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan memantau kondisi anak-anak. Semua sedang kita konfirmasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Menu yang dikonsumsi hari itu disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa, sesuai penjelasan Lukas.
PEMERINTAH DAERAH: SAMPEL MAKANAN SUDAH DIKIRIM KE BBPOM MAKASSAR
Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang, menyampaikan langkah cepat yang telah diambil:
“Kami menindaklanjuti dengan segera. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dan staf sudah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar untuk diuji di laboratorium. Hasilnya akan menjadi acuan kita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ungkap Salvius Pasang.
PERTANYAAN PUBLIK: KEAMANAN DAN KUALITAS MAKANAN HARUS DIJAMIN
Kejadian ini memunculkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat, mengingat program Makan Bergizi Gratis digulirkan untuk meningkatkan gizi anak, bukan justru membahayakan kesehatan mereka. Masyarakat berharap:
Hasil uji laboratorium BBPOM segera diumumkan secara transparan
Proses pengadaan, penyiapan, dan penyaluran makanan dievaluasi menyeluruh
Pihak penyedia layanan segera diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban jika terbukti ada kelalaian
Kesehatan dan pemulihan seluruh siswa dan staf menjadi prioritas utama
“Program ini mulia, tapi keamanan dan kesehatan anak-anak harus di atas segalanya. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru mendatangkan bahaya,” ujar salah satu orang tua siswa yang meminta tidak disebutkan namanya.
PANTauAN TERUS BERJALAN
Hingga berita ini ditayangkan, kondisi siswa dan staf yang mendapat perawatan terus dipantau. Hasil uji laboratorium dari BBPOM Makassar ditunggu dengan harapan besar agar kebenaran segera terungkap dan langkah pencegahan dapat dilakukan demi mencegah kejadian serupa terulang di tempat lain.
Tempur.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi dari berbagai sumber.
(Makdika)
Toraja Utara, Sulawesi Selatan, 9 Oktober 2026





Tinggalkan Balasan